Minggu, 13 Maret 2011

VIRUS LOKAL

 

Mungkin sudah nasib kita yang hidup di Indonesia, dalam berkomputer mendapat ancaman virus tidak hanya dari luar negeri, tetapi yang tidak kalah ganasnya adalah keberadaan virus lokal. Virus lokal yang semakin merajalela memang bukan sekedar omong kosong. Sudah banyak situs-situs atau komputer yang menjadi korban.  Selain dapat merusak komputer, virus lokal pun sudah semakin merugikan dengan banyaknya data pribadi yang hilang ataupun rusak.

Kejadian serupa pernah beberapa kali menimpa saya, pastinya kapan nggak ingat banget, tapi kira-kira begini nih ceritanya:

1. Saya pernah kehilangan file-file foto yang ada di SD Card camera, kurang lebih tahun 2009 silam. Waktu itu pengen cepet-cepet buka foto-foto yang ada, berhubung laptop sendiri nggak dibawa, maka jadilah pake laptop kawan. Eee…kok tiba-tiba saja foldernya empty, nggak ada fotonya sama sekali. Paniklah saya waktu itu, karena foto yang ada merupakan bahan laporan ke kantor. Wah, ini pasti virus pikir saya. Saya nggak apa-apain tuh SD Card, pengennya sih langsung diformat saja biar pada mampus tuh virus. Begitu nyampe rumah, saya langsung scan tuh SD Card pake laptop sendiri yang menurut saya saat itu sudah dilengkapi dengan antivirus yang handal (buatan luar negeri). Tapi apa daya, antivirus tersebut tidak dapat mengenali. Alhamdulillah, saya ketemu sama PCMAV setelah beli majalahnyau itu juga lupa yang edisi berapa, pokoknya saya scan, dan ketangkep tuh virus. Seinget saya waktu itu namanya “Pangeran Blank”. Anehnya saya cek di virus  library pada readme file PCMAV 4.7 (yang terbaru nih) kok nggak ada ya yang namanya Pangeran Blank. Nah, tuh virus udah kebantai, tapi file foto saya nggak ada juga. Iseng-iseng saya klik kanan drive letter-nya SD Card pada My Computer, saya cek Properties, lho kok nunjukin bahwa sebagian space SD Card terpakai (sekitar 600 MB dari kapasitas 1 GB). Saya pikir, pasti nih file di-hidden. Saya coba cek attribut-nya, kok nggak hidden ya. Makin bingung nih. Untungnya di CD bonus majalah PC Media yang saya beli tuh ada freeware “Hidden File Scanner”. Langsung saja saya pake tuh software, langsung tampak file-file yang di-hidden. Tapi namanya berbeda, yang seharusnya nama file foto itu 100_…., ini kok jadi FILE00001. Extension file-nya juga jadi chk. Dengan bantuan software tadi, saya ubah seluruh attribut file jadi tidak hidden, kemuadian saya ubah extensionnya jadi jpg. Dan…amazing!!!! File foto saya yang hilang bisa kembali seluruhnya. Wah wah wah…cukup merepotkan juga kalau kena virus. Konyolnya virus ini buatan Indonesia bro. Antivirus mahal nggak bisa ngatasi, malah PCMAV yang notabene cuma bonus dari majalah komputer, sanggup menghajar tuh virus.

2. Kejadian yang kedua nih, sama merepotkan juga. Awalnya gara-gara saya sering umek dengan virus dan sering berhasil, banyak orang yang minta tolong ke saya untuk menyelesaikan masalah komputernya yang kena virus….ceilee… (Padahal modalnya cuma PCMAV). Nggak ketinggalan kantor tempat istri saya bekerja, juga datang dengan permasalahan pada komputernya. Saya copy PCMAV ke komputer tersebut, kemudian jalankan scan, tapi tidak mendapati satu virus pun. Padahal gejala virus tetap ada, yaitu tidak dapat menjalankan semua program. Kemudian sebagai langkah pamungkas, saya lepas harddisk komputer, selanjutnya saya “slave” – kan ke komputer saya menggunakan R-Driver III. Saya scan dengan PCMAV yang sama, dan….”GOT IT”!  Jumlahnya nggak salah ada sekitar 600 lebih file yang terinfeksi, termasuk file-file windows. Seingat saya waktu itu yang menginfeksi adalah virus Sality. Saya jalankan prosedur “Clean”, dan beres. Tapi saya was-was, jangan-jangan windows tidak bisa jalan gara-gara proses clean tadi. Maka, sebelum saya lepas slave harddisk, data-data saya backup. Harddisk saya pasang kembali ke komputernya, dan kekhawatiran saya benar-benar terjadi!!! Komputer tidak bisa booting. Saya lepas dan slave lagi harddisk-nya ke komputer saya, saya cek drive C: nya, ternyata file-file Windows-nya kosong, alias ke-delete. Wah, kalo begini nih, obatnya cuma satu, yaitu “I U” alias Install Ulang WIndows. Untungnya data-data  sudah di-backup.

Walah, baru dua cerita kok panjang banget ya. Maunya sih cerita lagi yang lain. Tapi takut nanti yang baca pada bosan. Nah, kebetulan saya punya tabloid PC Mild edisi tahun 2009. Sudah lama sih, tapi nggak apa-apa untuk kita bisa sharing saja tentang virus-virus lokal yang ada di Indonesia, dengan harapan semakin tahu kita tentang virus-virus tersebut maka akan semakin waspada dan dapat mencegahnya serta tahu cara penanganannya. Kepada pihak PC Mild, saya mohon maaf tidak meminta ijin secara tertulis untuk mengutip materi yang ada di media Anda, karena saya pernah membaca di Surat Pembaca, bahwa pihak lain boleh mengutip sebagian dari isi materi yang ada di majalah PC Mild dengan catatan menyebutkan sumbernya, yaitu PC Mild. Dan itu sudah saya lakukan. Saya hanya ingin berbagi pengetahuan yang saya miliki setelah membeli dan membaca materi yang ada di PC Mild. Terakhir, terima kasih saya sampaikan kepada pihak PC Mild atas pengertiannya. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification