Minggu, 13 Maret 2011

The TOUGH Computer, Harus tahan terhadap serangan Virus

 

Salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh komputer yang tangguh adalah tahan terhadap serangan virus. Dia tidak boleh mudah terinfeksi maupun menginfeksikan virus.

Kita berbicara virus di sini dengan pengertian yang umum saja, yaitu sebagai semua bentuk gangguan yang menginfeksi komputer untuk lebih menyederhanakan pemahaman. Uraian lebih mendetail yang membedakan antara virus, trojan horse dan worm akan dibahas pada kesempatan yang akan datang.

Baik, kembali lagi ke virus. Virus komputer, ya namanya sama persis dengan apa yang memapar ke tubuh manusia, karena program perusak ini memiliki banyak kesamaan dengan virus biologis yang telah lebih dulu dikenal. Kesamaan itu antara lain :

1. Pola Penyebaran. Virus yang menyerang manusia dan komputer memiliki modus penyebaran yang sama. Manusia yang telah terinfeksi oleh virus akan dapat menulari manusia lain yang melakukan kontak dengannya. Tidak berbeda dengan komputer yang terjangkiti virus, dia pun dapat menulari komputer lain melakukan kontak dengannya.

2. Pola Reproduksi. Karena tidak dapat mereproduksi dirinya sendiri, virus biologis akan memasukkan DNA-nya ke dalam sel tubuh manusia, kemudian me- manfaatkan sistem reproduksi sel untuk memperbanyak diri. Hal yang sama berlaku pula pada virus komputer. Untuk melancarkan serangan, virus komputer menunggangi sejumlah program atau dokumen lain. Pada saat program atau dokumen yang telah terinfeksi dijalankan, virus komputer akan menginfeksi program atau dokumen lainnya.

Berkaitan dengan TOUGH Computer, maka kita harus waspada dengan seluruh virus, baik yang Internasional maupun yang lokal buatan Indonesia. Permasalahan muncul ketika komputer terinfeksi oleh virus lokal, dimana antivirus internasional tidak atau belum dapat mengenalinya. Terkadang kita merasa bahwa komputer baik-baik saja karena setelah dilaksanakan scanning terhadap komputer tidak menunjukkan hasil apapun, padahal sang virus sudah bercokol dan siap melancarkan aksinya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui ciri-ciri dan gejala yang terjadi pada komputer apabila terserang oleh virus lokal. Di dalam blog ini saya coba tuliskan beberapa jenis virus lokal yang sebenarnya sudah pernah dimuat oleh tabloid PC Mild edisi 01/2009. Saya hanya mengetikkannya ulang dengan sedikit redaksi dari gaya bahasa saya, agar dapat sharing dengan rekan-rekan pembaca sekalian.

Untuk virus internasional, untuk sementara belum saya ulas, karena pada dasarnya anti virus internasional yang mumpuni sudah dapat menanggulanginya.

VIRUS LOKAL

 

Mungkin sudah nasib kita yang hidup di Indonesia, dalam berkomputer mendapat ancaman virus tidak hanya dari luar negeri, tetapi yang tidak kalah ganasnya adalah keberadaan virus lokal. Virus lokal yang semakin merajalela memang bukan sekedar omong kosong. Sudah banyak situs-situs atau komputer yang menjadi korban.  Selain dapat merusak komputer, virus lokal pun sudah semakin merugikan dengan banyaknya data pribadi yang hilang ataupun rusak.

Kejadian serupa pernah beberapa kali menimpa saya, pastinya kapan nggak ingat banget, tapi kira-kira begini nih ceritanya:

1. Saya pernah kehilangan file-file foto yang ada di SD Card camera, kurang lebih tahun 2009 silam. Waktu itu pengen cepet-cepet buka foto-foto yang ada, berhubung laptop sendiri nggak dibawa, maka jadilah pake laptop kawan. Eee…kok tiba-tiba saja foldernya empty, nggak ada fotonya sama sekali. Paniklah saya waktu itu, karena foto yang ada merupakan bahan laporan ke kantor. Wah, ini pasti virus pikir saya. Saya nggak apa-apain tuh SD Card, pengennya sih langsung diformat saja biar pada mampus tuh virus. Begitu nyampe rumah, saya langsung scan tuh SD Card pake laptop sendiri yang menurut saya saat itu sudah dilengkapi dengan antivirus yang handal (buatan luar negeri). Tapi apa daya, antivirus tersebut tidak dapat mengenali. Alhamdulillah, saya ketemu sama PCMAV setelah beli majalahnyau itu juga lupa yang edisi berapa, pokoknya saya scan, dan ketangkep tuh virus. Seinget saya waktu itu namanya “Pangeran Blank”. Anehnya saya cek di virus  library pada readme file PCMAV 4.7 (yang terbaru nih) kok nggak ada ya yang namanya Pangeran Blank. Nah, tuh virus udah kebantai, tapi file foto saya nggak ada juga. Iseng-iseng saya klik kanan drive letter-nya SD Card pada My Computer, saya cek Properties, lho kok nunjukin bahwa sebagian space SD Card terpakai (sekitar 600 MB dari kapasitas 1 GB). Saya pikir, pasti nih file di-hidden. Saya coba cek attribut-nya, kok nggak hidden ya. Makin bingung nih. Untungnya di CD bonus majalah PC Media yang saya beli tuh ada freeware “Hidden File Scanner”. Langsung saja saya pake tuh software, langsung tampak file-file yang di-hidden. Tapi namanya berbeda, yang seharusnya nama file foto itu 100_…., ini kok jadi FILE00001. Extension file-nya juga jadi chk. Dengan bantuan software tadi, saya ubah seluruh attribut file jadi tidak hidden, kemuadian saya ubah extensionnya jadi jpg. Dan…amazing!!!! File foto saya yang hilang bisa kembali seluruhnya. Wah wah wah…cukup merepotkan juga kalau kena virus. Konyolnya virus ini buatan Indonesia bro. Antivirus mahal nggak bisa ngatasi, malah PCMAV yang notabene cuma bonus dari majalah komputer, sanggup menghajar tuh virus.

2. Kejadian yang kedua nih, sama merepotkan juga. Awalnya gara-gara saya sering umek dengan virus dan sering berhasil, banyak orang yang minta tolong ke saya untuk menyelesaikan masalah komputernya yang kena virus….ceilee… (Padahal modalnya cuma PCMAV). Nggak ketinggalan kantor tempat istri saya bekerja, juga datang dengan permasalahan pada komputernya. Saya copy PCMAV ke komputer tersebut, kemudian jalankan scan, tapi tidak mendapati satu virus pun. Padahal gejala virus tetap ada, yaitu tidak dapat menjalankan semua program. Kemudian sebagai langkah pamungkas, saya lepas harddisk komputer, selanjutnya saya “slave” – kan ke komputer saya menggunakan R-Driver III. Saya scan dengan PCMAV yang sama, dan….”GOT IT”!  Jumlahnya nggak salah ada sekitar 600 lebih file yang terinfeksi, termasuk file-file windows. Seingat saya waktu itu yang menginfeksi adalah virus Sality. Saya jalankan prosedur “Clean”, dan beres. Tapi saya was-was, jangan-jangan windows tidak bisa jalan gara-gara proses clean tadi. Maka, sebelum saya lepas slave harddisk, data-data saya backup. Harddisk saya pasang kembali ke komputernya, dan kekhawatiran saya benar-benar terjadi!!! Komputer tidak bisa booting. Saya lepas dan slave lagi harddisk-nya ke komputer saya, saya cek drive C: nya, ternyata file-file Windows-nya kosong, alias ke-delete. Wah, kalo begini nih, obatnya cuma satu, yaitu “I U” alias Install Ulang WIndows. Untungnya data-data  sudah di-backup.

Walah, baru dua cerita kok panjang banget ya. Maunya sih cerita lagi yang lain. Tapi takut nanti yang baca pada bosan. Nah, kebetulan saya punya tabloid PC Mild edisi tahun 2009. Sudah lama sih, tapi nggak apa-apa untuk kita bisa sharing saja tentang virus-virus lokal yang ada di Indonesia, dengan harapan semakin tahu kita tentang virus-virus tersebut maka akan semakin waspada dan dapat mencegahnya serta tahu cara penanganannya. Kepada pihak PC Mild, saya mohon maaf tidak meminta ijin secara tertulis untuk mengutip materi yang ada di media Anda, karena saya pernah membaca di Surat Pembaca, bahwa pihak lain boleh mengutip sebagian dari isi materi yang ada di majalah PC Mild dengan catatan menyebutkan sumbernya, yaitu PC Mild. Dan itu sudah saya lakukan. Saya hanya ingin berbagi pengetahuan yang saya miliki setelah membeli dan membaca materi yang ada di PC Mild. Terakhir, terima kasih saya sampaikan kepada pihak PC Mild atas pengertiannya. 

Minggu, 06 Maret 2011

VIRUS KOMPUTER

Mendengar kata virus komputer, saya terkenang pada tahun 90-an, dimana saya masih duduk di bangku SMP. Saat itu komputer masih sangat jarang, termasuk di SMP tempat saya belajar, hanya ada sekitar 10 unit komputer saja. Tetapi itu tidak menyurutkan semangat saya untuk belajar komputer. Sedang semangat-semangatnya belajar komputer, ada sebagian teman yang menyebut-nyebut “VIRUS KOMPUTER”. Kontan saja pemahaman saya saat itu menyatakan bahwa virus komputer sama dengan virus-virus yang menyerang tubuh manusia. Pemahaman saya itu cukup beralasan karena saya IS102-013saat itu menilai komputer sebagai suatu benda yang bahkan lebih “pandai” dari manusia, sehingga adalah wajar saja jika komputer jika bisa sakit terkena virus. Tetapi bagian konyolnya adalah saya jadi takut “KETULARAN” dengan virus. Sungguh sesuatu yang menggelikan mengenang masa-masa itu.

Virus komputer sudah lama menjadi momok yang mengerikan bagi para pengguna komputer khususnya bagi mereka yang “tahunya cuma pake”. Begitu virus menyerang komputer mereka dengan berbagai dampak, mereka hanya pasrah tidak berdaya. Nah, salah satu keunggulan sebuah komputer yang kuat adalah tahan terhadap virus. Untuk itu, ibarat kita hendak berperang harus tahu terlebih dahulu siapa dan bagaimana lawan kita, demikian juga dengan virus komputer, kita pun harus tahu apa dan bagaimana si virus itu.

Virus komputer, ya namanya sama persis dengan apa yang memapar ke tubuh manusia, karena program perusak ini memiliki banyak kesamaan dengan virus biologis yang telah lebih dulu dikenal. Kesamaan itu antara lain :

1. Pola Penyebaran. Virus yang menyerang manusia dan komputer memiliki modus penyebaran yang sama. Manusia yang telah terinfeksi oleh virus akan dapat menulari manusia lain yang melakukan kontak dengannya. Tidak berbeda dengan komputer yang terjangkiti virus, dia pun dapat menulari komputer lain melakukan kontak dengannya.

2. Pola Reproduksi. Karena tidak dapat mereproduksi dirinya sendiri, virus biologis akan memasukkan DNA-nya ke dalam sel tubuh manusia, kemudian me- manfaatkan sistem reproduksi sel untuk memperbanyak diri. Hal yang sama berlaku pula pada virus komputer. Untuk melancarkan serangan, virus komputer menunggangi sejumlah program atau dokumen lain. Pada saat program atau dokumen yang telah terinfeksi dijalankan, virus komputer akan menginfeksi program atau dokumen lainnya.

Kelahiran  Virus Komputer

Untuk pertama kalinya Virus komputer menyebar pada akhir tahun 1980-an, dimana penyebarannya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Meluasnya Pemakaian PC. Sebelum tahun 1980-an, komputer rumahan hampir dapat dikatakan belum ada atau hanya berupa mainan. Komputer yang sesungguhnya masih sangat jarang dan hanya digunakan oleh “para ahli” dari kalangan tertentu.

2. Penggunaan Computer Bulletin Board. Orang-orang dapat menghubungi (dial up) sebuah bulletin board dengan menggunakan modem, untuk selanjutnya mengunduh (download) berbagai jenis program komputer yang paling populer pada masa itu, yaitu game, word processor, spreadsheet dan beberapa aplikasi produktif lainnya. Melalui Bulletin Board inilah sebuah virus perintis yang dikenal sebagai Trojan horse dapat ditularkan. Virus-virus generasi pertama tersebut merupakan sekumpulan kode yang disusupkan ke dalam program yang umum digunakan orang pada waktu itu, seperti game atau word processor. Ketika seseorang men-download program yang telah diinfeksi dengan kode-kode jahat tersebut dari bulletin board, kemudian menjalankannya di PC, selanjutnya virus akan memuat (me-load) dirinya ke dalam computer-virus-bugs-clip-art-thumb3167674memory komputer, dan mulai bekerja mencari program lain yang akan menjadi sasarannya. Selanjutnya, penularan virus terjadi bila program yang telah terinfeksi diberikan kepada pengguna lain, baik melalu media floppy disk (saat itu belum ada USB Flash Disk) maupun diunggah (upload) ke bulletin board.

Perkembangan Virus Komputer

Tidak berbeda jauh dengan virus biologis, virus komputer juga mengalami perkembangan atau yang lebih dikenal dengan “evolusi”. Salah satu perkembangan penting virus komputer antara lain adalah :

1. Kemampuannya masuk ke dalam memory dan tetap berjalan di background process (proses komputasi yang tetap berjalan walaupun tidak kita minta/eksekusi) selama komputer menyala. Dengan demikian akan memberikan keleluasaan bagi virus untuk menduplikasikan dirinya secara efektif.

2. Kemampuan menginfeksi boot sector pada floppy disk dan hard disk. Boot sector adalah program kecil yang merupakan bagian pertama dari operating system yang dimuat (loaded) ke dalam memory, saat komputer dinyalakan. Dengan meletakkan kode-kodenya pada boot sector, sebuah virus memastikan dirinya akan tereksekusi dan aktif di komputer. Virus yang terdapat pada boot sector dapat menginfeksi boot sector setiap floppy disk yang dimasukkan ke dalam komputer yang telah terinfeksi. Atau dengan kata lain penggunaan komputer bersama seperti di rental komputer, warnet, perkantoran atau kampus menjadikan penyebaran virus ini semakin merajalela.

Masa keemasan virus boot sector akhirnya sirna seiring dengan ukuran program komputer yang membengkak yang tidak memungkinkan untuk ditampung dalam sebuah floppy disk. Sebagai gantinya, program-program komputer didistribusikan di dalam CD yang tidak dapat ditulis ulang alias hanya dapat dibaca saja (read-only). Namun, siklus kehidupan selalu berputar. Apa yang pernah terjadi pada masa silam, pasti akan terulang di masa depan. Begitu halnya dengan pola penyebaran virus komputer. Virus telah menemukan jalan lain untuk menyebarluaskan dirinya, yakni melalui e-mail dan penggunaan USB flash disk. Penyebaran virus komputer via Internet bukan barang baru, namun telah berlangsung sejak era bulletin board. Apabila dahulu dulu virus disebarkan melalui bulletin board, sekarang mereka menggunakan e-mail yang dikirim sebagai spam. Demikian pula dengan virus boot sector yang dulu mengincar floppy disk, kini mengubah sasarannya pada USB flash disk.

Semakin maju dunia IT, semakin maju pula dan beragam virus yang muncul. Khusus di Indonesia, para pengguna komputer tidak hanya disibukkan oleh virus-virus yang beredar umum di dunia internasional, tetapi juga cukup dibuat repot dengan makin nakalnya virus-virus lokal buatan kawan sendiri (orang Indonesia-maksudnya), yang notabene cukup sulit dibasmi menggunakan antivirus Internasional karena memang kehadirannya tidak terdeteksi oleh mereka, sehingga virus lokal tidak masuk dalam daftar sasaran yang harus “dibunuh” oleh mereka.

Oleh karena itu sangat bijak bagi kita untuk melindungi komputer kita dengan program-program antivirus yang selalu ter-update, sehingga dapat terhindar dari akibat buruk yang ditimbulkan oleh ulah virus ini, mulai yang hanya iseng mengganggu kenyamanan kita berkomputer hingga hilangnya data-data penting yang kita miliki, malah hal terburuk yang pernah saya alami adalah terhapusnya seluruh file-file operating system (Windows) oleh virus Sality, sehingga saya harus menginstall ulangnya kembali.

- http://en.wikipedia.org/wiki/ Computer_virus

- www.howstuffworks.com/virus.htm

- PC Mild edisi 01/2009

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification